Om Svastyastu,
Om Avighnam Astu Namo Siddham
Om Anno Bhadrah Krattavo Yantu
Visvattah

Sebelum lebih jauh Bapak berbicara,
terlebih dahulu Bapak akan menyampaikan tema dharma wacana yang akan Bapak
sampaikan. Adapun tema dharma wacana kali ini adalah “Kewajiban Sisya dalam
masa Brahmacari”. Tema ini sengaja Bapak angkat, mengingat dan melihat
fakta-fakta dilapangan, banyak sekali siswa-siswa Hindu yang memiliki perilaku
dan sikap yang menyimpang dari ajaran-ajran yang ada dalam agama Hindu. Ini
menunjukan bahwa betapa lemahnya iman dan sraddha siswa terhadap agama dan
kepercayaan yang dianut. Dari permasalahan ini, maka akan timbul
pertanyaan-pertanyaan semisal, “Kenapa masalah ini timbul? Siapakah yang
bertanggung jawab dalam masalah ini? Mengapa sraddha siswa begitu lemah
sehingga muncul permasalahan-permasalahan tersebut? Nah dengan pertanyaan itu,
maka akan Bapak singgung sedikit disini, mengenai kewajiban-kewajiban siswa
dalam masa menuntut ilmu, baik di sekolah maupun dirumah serta di lingkungan
masyarakat.
Anak-anak yang bapak banggakan,..
Bapak ingin bertanya terlebih dahulu,
Apa itu Brahmacari?
Siapa saja yang termasuk ke dalam masa
Brahmacari Asra
Apakah kewajiban-kewajiban masa
Brahmacari sesuai dengan ajaran agama Hindu?
Mungkin kalian sedikit banyak telah
memahami pengertian tentang brahmacari asram, akan tetapi dengan keadaan
psikolog dan jiwa kalian pada saat sekarang ini yang masih sangat labil
(goyah), kalian tidak dapat menjalankan ajaran-ajaran mengenai Brahmacari ini.
Seperti teori John Locke, kita terlahir
itu seperti halnya kertas putih yang bersih, belum ada coretan sedikitpun,
kemudian melalui keluarga, sekolah dan masyarakat, perlahan-lahan kertas putih
itu akan terisi penuh coretan-coretan, baik itu coretan yang baik maupun
coretan yang buruk. Nah, masa-masa seperti kalian inilah kalian memiliki
beberapa coretan baik dan buruk, keduanya memiliki pengaruh yang sangat kuat,
sehingganya masa sekarang jiwa kalian sering kali mengalami lonjakan, gairah,
semangat dan ambisi yang memiliki grafik turun naik. Jika coretan-coretan yang
buruk kalian sering lakukan, maka kalian akan menjadi orang yang bodoh dan
terbelakang, baik dari segi kehidupan jasmani maupun rohani.
Untuk itu, maka sekolah dan keluarga
memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik dan membersihkan
coretan-coretan buruk kalian. Agar kelak kalian menjadi masusia yang “Manusya”
yang memiliki iman dan sraddha yang kuat untuk menghadapi ancaman dan pengaruh
kerasnya kehidupan di dunia pada masa global saat ini.
Anak-anak yang bapak banggakan,..
Brahmacari adalah masa-masa kalian
untuk menuntut ilmu, baik di lembaga formal maupun non formal. Masa ini
merupakan masa uji atau masa yang sangat menentukan karma hidup kalian
selanjutnya, jika kalian kuat menghadapi dan melewatinya niscaya kalian akan
menjadi insane yang bahagia dan sejahtera dalam kehidupan (Jagadhita) dan alam
baka (Moksa). Namun, jika kalian tidak mampu melewatinya, maka celakalah
kalian. Contoh kecilnya seorang yang dalam masa sekolah, dia menjadi preman dan
suka berantem karena ambisi, guna rajasnya yang tak terkendali, ego (Ahamkara)
dan pikiranya diliputi kebodohan (avidya), dengan sikap demikian tentunya dia
akan rugi sendiri, salah satunya, dia bisa terancam dikeluarkan dari sekolah,
memiliki musuh yang bisa saja dapat mengancam kehidupanya kelak, menjadi
terkenal dengan kejahatanya, susah memperoleh peluang dan bersaing dalam
memperoleh pekerjaan untuk penompang hidup kelak, dsb.
Anak-anak yang bapak banggakan,..
Coba kalian renungkan, jika kalian
mengalami hal tersebut?
Bagaimana orang tua kalian yang
mengharapkan keturunanya dapat mengharumkan nama keluarga di masyarakat, namun
yang terjadi malah sebaliknya. Jika hal ini terjadi, maka orang tua kalian akan
merasa ditampar keras dan tentunya akan merasa malu dengan memiliki anak
seperti kalian. Hidup orang tua kalian pun pastinya tidak akan dapat tenang
baik di dunia maupun di alam kekal nantinya.
Apakah kalian bahagia, jika orang tua
kalian seperti itu?
Apakah kalian bangga membuat orang tua
kalian seperti itu?
Bapak yakin, kalian semua tidak mau
orang tua yang melahirkan kalian menjadi susah, sengsara, menderita dan malu
karena ulah kalian. Kalian adalah orang-orang yang pintar-pintar semua, jadi
kalian bisa merenungkan kembali demi kalian dapat membahagiakan orang tua
kalian.
Kalian bisa????
Anak-anak yang berbahagia,..
Tadi merupakan sedikit gambaran tentang
brahmacari, dengan gambaran tersebut, kita akan tahu lebih jauh mengenai siapa
saja yang termasuk ke dalam brahmacari asram?
Dalam ajaran agama Hindu, brahmacari
merupakan urutan yang pertama dari Catur Asrama yang merupakan empat tingkatan
atau masa hidup manusia, kemudian Grhasta, yaitu masa berumah tangga, kemudian
wanaprastha, yaitu masa hidup mengasingkan diri dari kehidupan duniawi, yang
terakhir Bhiksuka/Sanyasin yaitu masa memperdalam tingkat spiritual lebih
lanjut agar dapat memperoleh moksa.
Keempat asram ini, memiliki
kewajiban-kewajiban dan juga pantangan-pantangan yang harus dipatuhi.
Yang termasuk ke dalam brahmacari asram
adalah mereka yang masuk ke dalam tahapan belajar ilmu pengetahuan. Yaitu sejak
orang itu dilahirkan hingga dia benar-benar telah menjadi insane yang
berpribadi, mandiri, bijaksana, dan dewasa. Kemudian yang termasuk ke dalam
Grhasta asram adalah mereka yang telah dewasa dan siap lahir dan bhatin untuk
melangkah ke pawiwahan atau perkawinan. Kemudian yang termasuk ke dalam
wanaprastha asram adalah mereka yang telah mampu membentuk keluarga yang
sakhinah dan sejahtera, sehingganya tidak terikat lagi oleh kewajiban-kewajiban
dan tugas-tugasnya sebagai orangtua kepada anaknya. Yang terakhir, Bhiksuka,
mereka yang telah benar-benar sadar akan kebeeradaan Tuhan, sehingganya mereka
tidak lagi terikat hal-hal yang bersifat keduniawian. Nah dengan demikian,
bagaimana dengan kalian, termasuk ke dalam asram yang mana?
Anak-anak yang bapak sayangi,…
Tugas dan kewajiban brahmacari adalah
seperti tadi bapak uraikan, kalian harus belajar dan belajar. Belajar ilmu
pengetahuan, teknologi, agama, social dan ilmu-ilmu yang lainya. Karena manusia
itu memiliki tingkat intelektual yang sama dengan ilalalng, ketika kalian
berada pada usia sekarang ini, kalian bagaikan tunas baru dari ilalang, sangat
tajam, namun semakin tua usia kalian, maka ketajaman itu akan berkurang dan
akhirnya kalian merunduk dan tidur selamanya.
Jadi, masa-masa seperti saat sekarang
inilah, masa-masa kalian harus benar-benar serius, dan benar-benar memusatkan
konsentrasi untuk belajar, ingat hari ini tidak akan kalian temukan esok, lusa
atau kapanpun, masa ini kalian tidak temukan juga besok atau kapanpun. Coba
kalian renungkan, saat-saat sekarang inilah kalian harus belajar dan belajar
untuk hari esok kalian.
Anak-anak yang bapak banggakan,..
Ilmu pengetahuan itu, sifatnya tidak
seperti memakan cabai, sekarang dimakan sekarang pedas. Jadi sekarang kita
belajar, tidak harus sekarang guna dari ilmu itu kita pergunakan, akan tetapi
kelak dalam kehidupan yang akan kalian jalani lebih lanjut lagi.
Disamping belajar, siswa juga harus
melaksanakan brata (pengendalian diri) untuk melaksanakan disiplin-disiplin di
sekolah sebagai tempat menuntut ilmu. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang
menyimpang dari displin yang ditetapkan oleh sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar